{"id":1879,"date":"2023-05-18T14:24:14","date_gmt":"2023-05-18T14:24:14","guid":{"rendered":"https:\/\/imilkom.usu.ac.id\/?p=1879"},"modified":"2023-05-19T07:13:21","modified_gmt":"2023-05-19T07:13:21","slug":"5-produk-gagal-yang-buat-perusahaan-merana","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/imilkom.usu.ac.id\/?p=1879","title":{"rendered":"5 Produk Gagal Yang Buat Perusahaan Merana"},"content":{"rendered":"\n<p>Halo, semuaa, welcome back to our site. Hari ini kita bakalbahas sesuatu yang menarik nih.Kalianpasti sering kan kita liat di internet atau di toko-toko gadget ada produk-produk teknologi baruyang keluar setiap tahun. Kadang- kadang produknya hype banget dan banyak orang yang beli, tapi ada juga yang gagal total dan nggak laku dipasaran. Nah, kali ini kita bakal bahas 5 produk teknologigagal yang bikin perusahaan terkenalmerana karena kerugianyang diderita. Siap-siap, yuk kita mulai!<\/p>\n\n\n\n<h1 class=\"wp-block-heading\">\u00b7\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Google Glass<\/h1>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"684\" height=\"384\" src=\"https:\/\/imilkom.usu.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/aaa-1.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-1881\" srcset=\"https:\/\/imilkom.usu.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/aaa-1.jpg 684w, https:\/\/imilkom.usu.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/aaa-1-300x168.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 684px) 100vw, 684px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Kita mulai dengan GoogleGlass, produk kerenberupa kacamata pintaryang dirilis pada tahun2013. Dengan teknologi AR (Augmented Reality), penggunanyabisa mengakses informasi langsung dari kacamata dan bahkan mengambil foto atau video tanpa harus menggunakan smartphone. Sayangnya, Google Glassnggak sukses di pasaran. Harganyaterlalu mahal dan banyak orang yang khawatir dengan masalah privasi karena kamera yang terdapat pada produktersebut. Google akhirnya nggak bisabertahan dan memutuskan untuk menghentikan produksi Google Glass pada tahun 2015.<\/p>\n\n\n\n<h1 class=\"wp-block-heading\">\u00b7&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;\nAmazon Fire Phone<\/h1>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"525\" height=\"375\" src=\"https:\/\/imilkom.usu.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/aaaa.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-1882\" srcset=\"https:\/\/imilkom.usu.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/aaaa.jpg 525w, https:\/\/imilkom.usu.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/aaaa-300x214.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 525px) 100vw, 525px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Masuk ke produk\nkedua, ada Amazon Fire Phone.\nProduk yang dirilis\npada tahun 2014 ini seharusnya bisa menjadi pesaing iPhone dan Samsung Galaxy, tapi sayangnya nggak berhasil\nmenarik perhatian konsumen. Alasannya?\nHarganya yang terlalu mahal dan kurangnya aplikasi yang tersedia pada platform Amazon. Akibatnya, Amazon memutuskan\nuntuk menghentikan produksi Amazon\nFire Phone setelah hanya satu tahun di pasaran.<\/p>\n\n\n\n<h1 class=\"wp-block-heading\">\u00b7\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Microsoft Zune<\/h1>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"544\" height=\"363\" src=\"https:\/\/imilkom.usu.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/aaaaa.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-1883\" srcset=\"https:\/\/imilkom.usu.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/aaaaa.jpg 544w, https:\/\/imilkom.usu.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/aaaaa-300x200.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 544px) 100vw, 544px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Produk ketiga adalah Microsoft\nZune, produk yang dirilis pada tahun 2006\nsebagai pesaing iPod milik Apple. Sayangnya, produk ini nggak mendapatkan popularitas yang diinginkan\nkarena kekurangan fitur dan kurangnya\ndukungan dari pengembang aplikasi pihak ketiga. Akhirnya, Microsoft memutuskan\nuntuk menghentikan produksi Microsoft Zune pada tahun 2011.<\/p>\n\n\n\n<h1 class=\"wp-block-heading\">\u00b7&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;\nSamsung Galaxy Note 7<\/h1>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"442\" height=\"331\" src=\"https:\/\/imilkom.usu.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/aab.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-1884\" srcset=\"https:\/\/imilkom.usu.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/aab.jpg 442w, https:\/\/imilkom.usu.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/aab-300x225.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 442px) 100vw, 442px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Berikutnya ada Samsung Galaxy\nNote 7, produk yang seharusnya menjadi revolusi di dunia ponsel pintar dengan teknologi baterai baru.\nTapi sayangnya, produk ini justru menjadi kontroversial karena serangkaian kasus baterai yang meledak dan menyebabkan kebakaran. Akhirnya, Samsung nggak punya pilihan\nlain selain menghentikan produksi Samsung Galaxy\nNote 7 dan menarik semua produk yang sudah beredar\ndi pasaran.<\/p>\n\n\n\n<h1 class=\"wp-block-heading\">\u00b7\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Apple Newton<\/h1>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"629\" height=\"419\" src=\"https:\/\/imilkom.usu.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/aabb.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-1885\" srcset=\"https:\/\/imilkom.usu.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/aabb.jpg 629w, https:\/\/imilkom.usu.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/aabb-300x200.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 629px) 100vw, 629px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Terakhir ada Apple Newton, produk komputer jinjing yang\ninovatif yang dirilis pada tahun 1993. Sayangnya, produk ini nggak sukses karena ukurannya\nyang besar dan masalah teknis\nyang sering muncul.\nAkhirnya, Apple nggak punya\npilihan lain selain menghentikan produksi Apple Newton pada tahun 1998.<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, &nbsp;itulah &nbsp;dia &nbsp;5 &nbsp;produk &nbsp;teknologi &nbsp;gagal &nbsp;yang\n&nbsp;bikin &nbsp;perusahaan- perusahaan besar harus merugi. Kita bisa belajar\nbanyak dari kegagalan ini, kalau kita mau. Nggak semua produk baru pasti sukses,\ndan perusahaan-perusahaan juga harus mempertimbangkan kebutuhan konsumen sebelum\nmerilis<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Halo, semuaa, welcome back to our site. Hari ini kita bakalbahas sesuatu yang menarik nih.Kalianpasti sering kan kita liat di internet atau di toko-toko gadget ada produk-produk teknologi baruyang keluar&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/imilkom.usu.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1879"}],"collection":[{"href":"https:\/\/imilkom.usu.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/imilkom.usu.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/imilkom.usu.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/imilkom.usu.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1879"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/imilkom.usu.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1879\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1886,"href":"https:\/\/imilkom.usu.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1879\/revisions\/1886"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/imilkom.usu.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1879"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/imilkom.usu.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1879"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/imilkom.usu.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1879"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}