{"id":194,"date":"2018-02-05T10:01:11","date_gmt":"2018-02-05T10:01:11","guid":{"rendered":"https:\/\/imilkomusu.or.id\/?p=194"},"modified":"2018-02-05T10:01:11","modified_gmt":"2018-02-05T10:01:11","slug":"5-fakta-gerhana-super-blue-blood-moon-yang-perlu-kamu-ketahui","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/imilkom.usu.ac.id\/?p=194","title":{"rendered":"5 Fakta Gerhana Super Blue Blood Moon yang Perlu Kamu Ketahui"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn0-a.production.images.static6.com\/NgOoB_aaZJPhcplvcq0GrZeelvg=\/640x360\/smart\/filters:quality(75):strip_icc():format(jpeg)\/liputan6-media-production\/medias\/1844949\/original\/078317900_1516861558-625214862.jpg.0.jpg\" alt=\"Fakta Gerhana Bulan Total yang Terjadi Pada 31 Januari 2018\" width=\"640\" height=\"360\" \/><\/p>\n<p>Gerhana Bulan\u00a0yang akan terjadi Rabu, 31 Januari 2018 dapat diamati dari Indonesia termasuk sebagai sebuah\u00a0fenomena langka.<\/p>\n<p>Apa yang menyebabkan\u00a0Gerhana Bulan\u00a0bernama\u00a0<em>Super Blue Blood Moon<\/em>\u00a0tersebut langka? Berikut adalah\u00a0lima faktanya sebagaimana\u00a0<strong>Tekno Liputan6.com<\/strong>\u00a0kutip dari laman Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Rabu (31\/1\/2018).<\/p>\n<h2><strong>1. Pernah Terjadi 152 Tahun Lalu<\/strong><\/h2>\n<p>Menurut siaran pers yang dipublikasikan oleh Lapan,\u00a0<em>Super Blue Blood Moon<\/em>\u00a0ini termasuk langka karena terakhir kali terjadi sekitar 152 tahun lalu lalu.<\/p>\n<p>Dikutip dari\u00a0<em>Channel News Asia<\/em>,\u00a0<em>Super Blue Blood Moon<\/em>\u00a0pernah terjadi pada 31 Maret 1866\u00a0serta saat itu bisa dilihat dari Amerika Serikat dan Amerika Utara.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn1-a.production.images.static6.com\/UPjLAr6L39LliySRoMH3ip4JRWM=\/600x338\/smart\/filters:quality(75):strip_icc():format(jpeg)\/liputan6-media-production\/medias\/1850758\/original\/051806100_1517310694-PicsArt_01-30-05.55.19.jpg\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"338\" \/><\/p>\n<h2 class=\"article-content-body__item-title\" data-component-name=\"desktop:read-page:article-content-body:section:pagetitle\">2. Gabungkan 3 Fenomena Alam<\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn0-a.production.images.static6.com\/d2c2sksG3d9d_WYojjFXBH_hjUA=\/640x360\/smart\/filters:quality(75):strip_icc():format(jpeg)\/liputan6-media-production\/medias\/1849842\/original\/097618500_1517278873-1.jpg\" alt=\"Gerhana Bulan atau Supermoon\" width=\"640\" height=\"360\" \/><\/p>\n<p>Gerhana Bulan kali ini\u00a0menggabungkan tiga fenomena alam sekaligus sehingga disebut sebagai\u00a0<em>Super Blue Blood Moon<\/em>.<\/p>\n<p>Fenomena pertama adalah\u00a0<em>Supermoon.\u00a0<\/em>Disebut demikian,\u00a0karena Bulan masih berada di titik terdekatnya dengan Bumi. Dengan begitu, Bulan akan terlihat lebih besar dan bercahaya dibandingkan waktu-waktu sebelumnya.<\/p>\n<p>Kemudian, fenomena alam yang kedua adalah\u00a0<em>Bluemoon.\u00a0<\/em>Disebut\u00a0<em>Blue Moon\u00a0<\/em>karena merupakan Bulan purnama kedua pada Januari. Sekadar diketahui, Bulan purnama pada bulan ini sebelumnya juga terjadi pada 1 Januari.<\/p>\n<p>Fenomena selanjutnya adalah Gerhana Bulan total, yang sering disebut\u00a0<em>Blood Moon<\/em>, sebab saat Gerhana Total, Bulan tampak berwarna merah darah karena cahayanya ditapis sedemikian rupa oleh atmosfer Bumi.<\/p>\n<h2 class=\"article-content-body__item-title\" data-component-name=\"desktop:read-page:article-content-body:section:pagetitle\">3. Bisa Diamati dari Berbagai Belahan Dunia<\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn1-a.production.images.static6.com\/4Zx0SmWUCF2PspewTreG5_3fjkU=\/640x360\/smart\/filters:quality(75):strip_icc():format(jpeg)\/liputan6-media-production\/medias\/1845000\/original\/060846200_1516862546-fred-espenak-04152014-totality-quintet.jpg\" alt=\"[Bintang] Fakta Gerhana Bulan Total yang Terjadi Pada 31 Januari 2018\" width=\"640\" height=\"360\" \/><\/p>\n<p>Mengutip<em>\u00a0Channel News Asia<\/em>, berbagai negara di belahan dunia bisa mengamati fenomena langka ini pada 31 Januari 2018.<\/p>\n<p>Menurut NASA, Amerika Serikat bagian barat akan bisa menikmati fenomena ini, yakni saat Bulan melintas ke dalam bayang-bayang Bumi dan warnanya berubah menjadi merah darah.<\/p>\n<p>NASA menyebut, wilayah West Coast, Alaska, dan Hawaii bisa menyaksikan fenomena ini secara keseluruhan.<\/p>\n<p>Berbagai belahan Bumi lain yang juga dapat menyaksikannya adalah Australia dan Asia, termasuk Indonesia dan Singapura.<\/p>\n<p>Selain itu, gerhana\u00a0<em>Super Blue Blood Moon<\/em>\u00a0ini juga bisa diamati di Amerika Utara, Samudra Pasifik, dan Siberia Timur. Sementara mereka yang berada di Amerika Selatan dan Afrika tak bisa ikut mengamati fenomena langka ini<\/p>\n<h2 class=\"article-content-body__item-title\" data-component-name=\"desktop:read-page:article-content-body:section:pagetitle\">4. Di Indonesia Bisa Diamati Selama 4 Jam<\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn0-a.production.images.static6.com\/1Geo-V3cLJjexciavofi9O_WLz4=\/640x360\/smart\/filters:quality(75):strip_icc():format(jpeg)\/liputan6-media-production\/medias\/748523\/original\/067036000_1412824097-g1.jpg\" alt=\"Bulan Menjadi Merah Darah Saat Gerhana\" width=\"640\" height=\"360\" \/><\/p>\n<p>Dalam siaran persnya, LAPAN menyebut, proses Gerhana Bulan ini terjadi dalam beberapa tahap, yakni gerhana parsial, gerhana total, dan gerhana parsial. Total, fenomena ini berlangsung sekitar empat jam.<\/p>\n<p>Awal gerhana parsial terjadi pada 18.48 WIB, awal gerhana total terjadi pada 19.52 WIB, puncak gerhana terjadi pada 20.30 WIB, akhir totalitas gerhana terjadi pada 20.08 WIB, dan akhir gerhana terjadi pada 22.11 WIB.<\/p>\n<p>sumber :\u00a0<a href=\"http:\/\/tekno.liputan6.com\/read\/3244191\/5-fakta-gerhana-super-blue-blood-moon-yang-perlu-kamu-ketahui\">http:\/\/tekno.liputan6.com\/read\/3244191\/5-fakta-gerhana-super-blue-blood-moon-yang-perlu-kamu-ketahui<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gerhana Bulan\u00a0yang akan terjadi Rabu, 31 Januari 2018 dapat diamati dari Indonesia termasuk sebagai sebuah\u00a0fenomena langka. Apa yang menyebabkan\u00a0Gerhana Bulan\u00a0bernama\u00a0Super Blue Blood Moon\u00a0tersebut langka? Berikut adalah\u00a0lima faktanya sebagaimana\u00a0Tekno Liputan6.com\u00a0kutip dari&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":196,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/imilkom.usu.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/194"}],"collection":[{"href":"https:\/\/imilkom.usu.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/imilkom.usu.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/imilkom.usu.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/imilkom.usu.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=194"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/imilkom.usu.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/194\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/imilkom.usu.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/196"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/imilkom.usu.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=194"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/imilkom.usu.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=194"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/imilkom.usu.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=194"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}