{"id":491,"date":"2019-03-31T15:34:56","date_gmt":"2019-03-31T15:34:56","guid":{"rendered":"https:\/\/imilkom.usu.ac.id\/?p=491"},"modified":"2019-03-31T15:34:57","modified_gmt":"2019-03-31T15:34:57","slug":"mengenal-teknologi-blockchain","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/imilkom.usu.ac.id\/?p=491","title":{"rendered":"Mengenal Teknologi Blockchain"},"content":{"rendered":"\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"770\" height=\"335\" src=\"https:\/\/imilkom.usu.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/blockchain.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-492\" srcset=\"https:\/\/imilkom.usu.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/blockchain.png 770w, https:\/\/imilkom.usu.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/blockchain-300x131.png 300w, https:\/\/imilkom.usu.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/blockchain-768x334.png 768w\" sizes=\"(max-width: 770px) 100vw, 770px\" \/><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>Sebagian besar dunia teknologi <em>cryptocurrency\u00a0<\/em>seperti Bitcoin mengandalkan bentuk database dengan keunggulan mampu melacak volume transaksi yang besar dan aman. Teknologi yang digunakan banyak mata uang digital itu adalah Blockchain.<\/p>\n\n\n\n<p>Blockchain pertama kali \ndiimplementasikan pada tahun 2009, dan direvolusi dengan Blockchain 2.0 \npada tahun 2014. Teknologi Blockchain terdiri dari blok yang menampung \ntransaksi, di mana masing-masing blok saling terkait melalui \nkriptografi, sehingga membentuk jaringan.<\/p>\n\n\n\n<p style=\"font-size:22px\"><strong>Apa itu Blockchain?<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Blockchain adalah salah satu teknologi yang tidak menggunakan pihak \nketiga dalam suatu proses pertukaran data yang dalam hal ini terjadi \npada proses transaksi. Sederhananya, jika Anda membeli sesuatu di toko \ndengan membayar menggunakan kartu debit, maka pihak toko akan percaya \nsaldo yang anda masukkan sudah masuk ke rekening milik mereka. Nah, \npihak ketiga yang dimaksud disini adalah perusahaan Bank yang sebagai \npenghubung pembeli dan penjual tersebut dalam bertransaksi menggunakan \nkartu debit tadi. <\/p>\n\n\n\n<p>Kira kira, apa yang terjadi jika bank mengalami gangguan pada layanan\n mereka? Tentunya hal ini membuat anda tidak bisa melakukan transaksi \nmenggunakan bank. Hal ini terjadi saat ada permasalahan pada satelit \nyang digunakan oleh Bank BCA, hal ini menyebabkan beberapa transaksi atm\n tidak bisa bekerja dengan baik. <\/p>\n\n\n\n<p>Sistem Blockchain tidak menggunakan pihak ketiga sebagai pusatnya, \nnamun menggunkan banyak pihak atau komputer yang tersebar di jaringan \nitu sendiri. Hal ini akan membuat orang yang tidak bertanggung jawab \nmenjadi kesulitan melakukan pembobolan pada sistem dan mempunyai \ngangguan yang kemungkinan kecil akan terjadi. <\/p>\n\n\n\n<p>Bank mencatat semua transaksi financial yang mereka lakukan dalam \nsuatu buku besar. Nah, yang membedakan adalah teknologi Blockchain ini \ntidak dikelola oleh satu ogranisasi aja, tapi oleh banyak yang \ndisebarkan secara publik. Sehingga hal ini lah yang menjadi kekuatan \nutama dari Blockchain. <\/p>\n\n\n\n<p>Teknologi Blockchain juga memberikan solusi untuk dapat mengurangi \nkorupsi. Hal ini dikarenakan data transaksi akan langsung ketahuan \ndikarenakan pihak publik dapat melihat history transaksi secara \nrealtime. <\/p>\n\n\n\n<p style=\"font-size:22px\"><strong>Bagaimana Cara Kerja Blockchain?<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Sistem Blockchain terdiri dari dua jenis\n record, transaksi dan blok. Transaksi ini disimpan secara bersama-sama \ndalam satu blok. Hal yang unik dari Blockchain adalah setiap blok berisi\n hash kriptografi sehingga membentuk jaringan. Fungsi hash kriptografi \nadalah mengambil data dari blok sebelumnya dan mengubahnya menjadi <em>compact string.&nbsp;String&nbsp;<\/em>ini memungkinkan sistem bisa mudah mendeteksi adanya sabotase.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan metode tersebut, artinya setiap \nblok tidak perlu memiliki nomor seri, hash memungkinkan setiap blok \ndapat memverifikasi integritasnya. Setiap blok akan menegaskan \nvaliditasnya dari blok sebelumnya. Keterkaitan blok bukanlah \nsatu-satunya hal yang membuat jaringan&nbsp;tetap aman. Teknologi ini juga \nterdesentralisasi, setiap komputer dengan perangkat lunak yang diinstal \nmemiliki salinan Blockchain yang terus diperbarui dengan blok baru. \nTidak ada server terpusat yang memegang transaksi, dan karena setiap \nblok baru harus memenuhi persyaratan dalam rantai atau jaringan, maka \ntidak ada yang bisa menimpa transaksi sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Persyaratan transaksi lainnya, yaitu dapat digunakan untuk menentukan entri yang valid. Di Bitcoin, misalnya, transaksi yang valid harus ditandatangani secara digital, dan harus mengeluarkan satu atau lebih output yang tidak terpakai dari transaksi sebelumnya, serta jumlah keluaran transaksi tidak dapat melebihi jumlah input<\/p>\n\n\n\n<p style=\"font-size:22px\"><strong>Sifat Blockchain<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>1.Open-source dan Transparan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Cukup penting untuk dimengerti bahwa kode blockchain itu sifatnya transparan. Jika anda adalah seorang developer yang bisa membaca kode blockchain, anda bisa memverifikasi sendiri kode apa yang tertulis, misalnya pada Bitcoin:<\/p>\n\n\n\n<ul><li>Ada berapa banyak supply Bitcoin di saat permulaan (blok Genesis)<\/li><li>Berapa tingkat inflasi Bitcoin (untuk mengerti permintaan dan penawaran)<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Jika anda bandingkan dengan mata uang umum sebuah negara (misalnya Dollar AS), yang biasanya dikontrol oleh bank sentral (Federal Reserve di Amerika Serikat), orang biasa seperti kita tidak akan pernah tahu seberapa banyak uang baru yang akan dicetak di masa depan, misalnya 10 tahun yang akan datang; Atau berapa suku bunga bank di tahun depan. Dengan cryptocurrency, semua ini bisa diverifikasi di dalam kode yang tertulis.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>2. Ter-desentralisasi \/ Tidak Terpusat<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Cryptocurrency adalah sistem yang tersebar, dimana tidak ada satu orang atau satu perusahaan yang mengontrolnya. Kode blockchain tidak terletak di sebuah server pusat yang dioperasikan oleh sebuah perusahaan, tetapi tersebar di ribuan komputer di jaringan blockchain tersebut. Anda pun bisa mempunyai <em>node<\/em> sendiri, dimana komputer \/ mesin anda berisikan blok-blok dan catatan transaksi blockchain tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>3. Supply dan Tingkat Inflasi-nya Jelas<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Karena blockchain itu sifatnya transparan, kita bisa tahu secara \ntepat ada berapa banyak supply cryptocurrency tersebut dan ada berapa \nbanyak yang akan dicetak di masa depan.<\/p>\n\n\n\n<p>Mengapa Supply itu Penting?<\/p>\n\n\n\n<p>Semua hal di dunia ini yang bisa dijual dan dibeli, mempunyai\n harga. Dan harga semua hal selalu bergantung dari supply dan demand \n(permintaan dan penawaran).<\/p>\n\n\n\n<p>Bayangkan bila semua orang di dunia mempunyai pohon apel yang\n bisa memproduksi jumlah apel yang tidak terbatas, dengan kualitas yang \nsama. Maka harga apel akan menjadi sangat murah dan bahkan mungkin \nmendekati 0, karena percuma saja anda membeli sesuatu yang bisa anda \nproduksi sendiri kapan pun anda mau.<\/p>\n\n\n\n<p>Konsepnya sama dengan saham. Untuk mengerti harga atau nilai sebuah perusahaan, kita perlu mengerti berapa market capitalization perusahaan tersebut, yang bisa didapat dari jumlah saham dikalikan harga saham. Pendapatan di masa depan dan profit margin juga penting.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>4. <\/strong><em><strong>Immutable<\/strong><\/em><strong> (Tak Bisa Dibatalkan)<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Apapun yang sudah terjadi dan dikonfirmasi di blockchain, \ntidak bisa dibatalkan. Jadi jika anda telah membuat kesalahan dalam \nmentransfer dana anda ke alamat yang salah, berarti dana anda hilang &#8211; \nkecuali jika pemilik dari account penerima tersebut berbaik hati untuk \nmengembalikan dana anda. Tapi harus diingat, hampir tidak mungkin kita \nbisa mengetahui siapa pemilik sebuah alamat cryptocurrency.<\/p>\n\n\n\n<p>Tentu saja ada kasus-kasus pengecualian di blockchain dimana sesuatu bisa dibatalkan. Contohnya terjadi pada Ethereum. Pada waktu itu, seorang (atau sekelompok) hacker mencuri dana Ether yang sangat besar dari project The DAO (15% dari semua Ether yang beredar). Para penemu dan developer Ethereum tidak membiarkan hal ini terjadi dan membatalkan transaksi tersebut dengan sebuah <em>hard fork<\/em> yang membuahkan Ethereum versi baru. Tetapi versi lama Ethereum masih tetap di-maintain oleh beberapa pihak miner. Versi lama ini dikenal dengan nama Ethereum Classic.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>5. Hampir Tidak Mungkin Untuk di-Hack<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Project blockchain yang bagus tentunya akan didukung oleh banyak miner \/ penambang yang ikut membantu mengamankan jaringan blockchain tersebut dengan kekuatan mesin \/ komputer mereka. Penambangan cryptocurrency adalah bisnis tersendiri yang sangat besar. Para penambang diberi imbalan dengan cryptocurrency yang mereka tambang.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada intinya, para penambang bersaing untuk menyelesaikan sebuah \nperhitungan matematika. Siapapun yang berhasil memecahkan perhitungan \ntersebut dengan akurat dan menciptakan blok baru untuk blockchain \ntersebut, akan diberikan imbalan. Maka dari itu para penambang ini \nberani untuk berinvestasi besar untuk membeli perangkat komputer yang \nkuat dan juga membayar biaya listrik yang mahal untuk aktifitas mereka.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebuah catatan: Sistem penambangan di atas adalah untuk sistem blockchain proof-of-work, seperti Bitcoin. Beberapa tipe blockchain (seperti Ethereum di masa yang akan datang), menggunakan sistem proof-of-stake &#8211; atau virtual mining \/ penambangan virtual. Ini adalah topik tersendiri.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk bisa meng-hack sebuah blockchain, anda harus mengontrol lebih dari setengah (>50%) kekuatan komputer yang ikut mengamankan jaringan blockchain tersebut (dikenal dengan nama penyerangan 51%).<\/p>\n\n\n\n<p style=\"font-size:22px\"><strong>Blockchain 2.0<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Ketika Blockchain tumbuh dan berkembang,\n perusahaan mulai memikirkan aplikasi baru untuk teknologi ini. Pada \ntahun 2014, \u2018Blockchain 2.0\u2019 dipopulerkan sebagai istilah umum untuk \nekosistem baru ini, yang melihat teknologi digunakan dengan&nbsp;lebih cerdas\n dan lebih maju.&nbsp;Misalnya kontrak cerdas dapat memroses pembayaran saat \nproyek selesai.<\/p>\n\n\n\n<p>Blockchain 2.0 memiliki potensi untuk \nmembuka teknologi agar&nbsp;digunakan di industri lain di luar sektor \nkeuangan. Dalam bisnis musik, misalnya, Blockchain 2.0 dapat digunakan \nuntuk mengelola hak cipta dan mengumpulkan royalti dari streaming dan \nunduhan digital. Ini bisa digunakan untuk register aset, mengelola \nhal-hal seperti properti, kendaraan atau mesin dan mengenalkan kemampuan\n untuk mengisi data secara akurat berdasarkan penggunaan.<\/p>\n\n\n\n<p><br><\/p>\n\n\n\n<p><br><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebagian besar dunia teknologi cryptocurrency\u00a0seperti Bitcoin mengandalkan bentuk database dengan keunggulan mampu melacak volume transaksi yang besar dan aman. Teknologi yang digunakan banyak mata uang digital itu adalah Blockchain. Blockchain&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":492,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/imilkom.usu.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/491"}],"collection":[{"href":"https:\/\/imilkom.usu.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/imilkom.usu.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/imilkom.usu.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/imilkom.usu.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=491"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/imilkom.usu.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/491\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":493,"href":"https:\/\/imilkom.usu.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/491\/revisions\/493"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/imilkom.usu.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/492"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/imilkom.usu.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=491"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/imilkom.usu.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=491"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/imilkom.usu.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=491"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}