{"id":847,"date":"2021-03-04T15:09:11","date_gmt":"2021-03-04T15:09:11","guid":{"rendered":"https:\/\/imilkom.usu.ac.id\/?p=847"},"modified":"2021-03-04T15:09:12","modified_gmt":"2021-03-04T15:09:12","slug":"prosesor-intel-vs-amd-ryzen-mana-yang-lebih-gahar-dan-terbaik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/imilkom.usu.ac.id\/?p=847","title":{"rendered":"Prosesor Intel vs AMD Ryzen, Mana yang Lebih Gahar dan Terbaik?"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"300\" height=\"168\" src=\"https:\/\/imilkom.usu.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/intelvsamd.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-848\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p>Intel Core memiliki sejarah panjang dan reputasi yang lebih baik dibandingkan AMD. Prosesor Intel Core menawarkan\u00a0<strong>t<\/strong>eknologi canggih yang berkualitas premium di kelas atas.<\/p>\n\n\n\n<p>Sedangkan, AMD pada zaman dahulu merupakan pilihan alternatif bagi orang yang merakit PC namun dengan budget yang minimum murah, walaupun begitu AMD zaman dahulu juga tidak kalah bagus.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada tahun 2013, dominasi Intel Core sempat tak terbendung oleh AMD. AMD terancam merugi dan gulung tikar akibat inovasinya yang dinilai tak berkembang.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, segala hal berubah pada tahun 2017 ketika AMD memperkenalkan prosesor baru besutan mereka, yakni\u00a0<strong>Ryzen Series<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"0ac63caf11a9648e9973b0bdb82a63bb\">1. AMD vs Intel: Clock Speed<\/h3>\n\n\n\n<p>Dulu saat awal rilis, arsitektur prosesor AMD Ryzen memungkinkan prosesor tersebut untuk memiliki&nbsp;<strong><em>clock speed<\/em><\/strong>&nbsp;yang lebih tinggi dibandingkan prosesor Intel Core milik Intel.<\/p>\n\n\n\n<p>Meskipun begitu, kondisi saat ini berbeda karena keduanya memiliki&nbsp;<em>clock speed<\/em>&nbsp;yang kurang lebih sama dan memiliki potensi yang sama ketika di-<em>overclock<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Clock speed<\/em>&nbsp;juga sebenarnya nggak bisa digunakan untuk mengukur performa prosesor dengan akurat, geng. Malahan, kadang-kadang&nbsp;<em>clock speed<\/em>&nbsp;bisa membuat kamu&nbsp;<em>misleading<\/em>&nbsp;alias tertipu.<\/p>\n\n\n\n<p>Kalau kamu perhatikan, saat ini prosesor gaming sudah tidak ada yang\u00a0<em>clock speed<\/em>-nya di bawah\u00a03 GHz. Rata-rata prosesor saat ini memiliki rata-rata\u00a03 &#8211; 4 GHz.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"c1dfcaf93138e933e187ef9485798a1d\">2. AMD vs Intel: Overclock<\/h3>\n\n\n\n<p><strong><em>Overclocking<\/em><\/strong>\u00a0merupakan tindakan membuat prosesor untuk bekerja di kecepatan yang lebih tinggi daripada ketentuan pembuat perangkat tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Prosesor AMD Ryzen memiliki keunggulan karena semua prosesor-nya bisa di-<em>overclock<\/em>,\u00a0asal motherboard yang digunakan mendukung\u00a0hal tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Sedangkan, tidak semua prosesor Intel dapat di-<em>overclock<\/em>. Hanya prosesor dengan akhiran\u00a0<strong>&#8220;K&#8221;<\/strong>\u00a0yang mampu di-overclok. Itu yang menjadi salah satu poin negatif Intel.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"b8bfbbe9eac5b484647aace743b7161f\">3. AMD vs Intel: Jumlah Core<\/h3>\n\n\n\n<p>Salah satu selling-point yang dimiliki oleh AMD Ryzen adalah\u00a0core yang jumlahnya lebih banyak\u00a0dibandingkan core milik prosesor Intel Core.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebelum Ryzen dirilis, Intel seringkali mengandalkan&nbsp;<strong><em>Hyper-Threading<\/em><\/strong>, yaitu teknik yang membuat prosesor dapat mengeksekusi beberapa&nbsp;<em>thread<\/em>&nbsp;atau instruksi pada saat bersamaan, sehingga meningkatkan kinerja dan respon sistem.<\/p>\n\n\n\n<p>AMD Ryzen memiliki hitungan&nbsp;<strong>Core\/Threads<\/strong>&nbsp;yang bervariasi, mulai dari 4\/4 di seri&nbsp;<strong>Ryzen 3<\/strong>, 6\/12 pada seri&nbsp;<strong>Ryzen 5<\/strong>, dan 8\/16 pada&nbsp;<strong>Ryzen 7<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p>Semakin tinggi hitungan\u00a0<em>thread<\/em>, maka prosesor tersebut memiliki performa lebih tinggi dalam segi multi-tasking.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu,&nbsp;<strong>Intel Core i3<\/strong>&nbsp;hanya memiliki 4 core,&nbsp;<strong>Core i5<\/strong>&nbsp;memiliki 6 core, dan&nbsp;<strong>Core i7<\/strong>&nbsp;memiliki 8 core.<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, bisa dikatakan bahwa perbandingan Ryzen vs Intel dalam segi core,\u00a0AMD Ryzen menang dari Intel Core\u00a0ya<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"abf9485f83891f580d1792a3d073deca\">4. AMD vs Intel:\u00a0Kompatibilitas<\/h3>\n\n\n\n<p>Prosesor Intel membutuhkan motherboard dengan socket&nbsp;<strong>bertipe LGA<\/strong>&nbsp;untuk menggunakan prosesor tersebut. Masalahnya nggak semua tipe LGA mendukung jenis-jenis prosesor Intel.<\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya, prosesor&nbsp;<strong>i7 6700k<\/strong>&nbsp;membutuhkan motherboard dengan socket&nbsp;<strong>LGA 1151<\/strong>. Diluar socket tersebut, prosesor tersebut tidak bisa dipakai karena tidak kompatibel.<\/p>\n\n\n\n<p>Berbeda dengan AMD yang menggunakan socket bertipe&nbsp;<strong>AM<\/strong>. Saat ini, socket terbaru Ryzen memiliki seri&nbsp;<strong>AM4<\/strong>. Kerennya, semua prosesor AMD mampu menggunakan socket tersebut, geng.<\/p>\n\n\n\n<p>Prosesor Ryzen lama mampu menggunakan motherboard socket baru, begitu juga prosesor Ryzen baru mampu menggunakan motherboard dengan socket lama.<\/p>\n\n\n\n<p>Sumber :\u00a0https:\/\/www.nitrotekno.com\/amd-vs-intel-manakah-yang-lebih-baik\/<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Intel Core memiliki sejarah panjang dan reputasi yang lebih baik dibandingkan AMD. Prosesor Intel Core menawarkan\u00a0teknologi canggih yang berkualitas premium di kelas atas. Sedangkan, AMD pada zaman dahulu merupakan pilihan&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":848,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/imilkom.usu.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/847"}],"collection":[{"href":"https:\/\/imilkom.usu.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/imilkom.usu.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/imilkom.usu.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/imilkom.usu.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=847"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/imilkom.usu.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/847\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":849,"href":"https:\/\/imilkom.usu.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/847\/revisions\/849"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/imilkom.usu.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/848"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/imilkom.usu.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=847"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/imilkom.usu.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=847"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/imilkom.usu.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=847"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}